Selamat Datang

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN DAN KOMENTAR ANDA

Rabu, 29 Juni 2011

DANAU DI KOTAWARINGIN BARAT


Danau-danau yang ada di Kotawaringin Barat seperti pada umumnya danau-danau yang terdapat di Kalimantan Tengah adalah bersifat musiman atau oxbow yang terbentuk dari limpasan banjir dan biasanya relatif lebih dangkal yang mendapatkan suplai air dari limpasan banjir air sungai.
Ekologi danau-danau di Kalimantan Tengah dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ketersambungan hidrologi dengan sungai, ukuran dan penyebarannya. Dilihat dari proses hidrologinya, terdapat tiga tipe ekosistem danau di daerah ini. Danau tipe pertama adalah danau yang betul-betul terisolasi dari sungai. Tipe kedua berupa danau yang bagian hilirnya tersambung permanen dengan sungai dan danau tipe ketiga adalah danau yang bagian hilirnya tersambung permanen sedangkan bagian hulunya hanya tersambung pada saat naiknya permukaan air sungai saja.
Ada beberapa karakteristik umum danau-danau oxbow di Kalimantan Tengah yang membedakannya dengan danau-danau tektonik besar yang biasa terdapat di daerah lain di Indonesia seperti danau Toba di Sumatera, danau Lamongan di Jawa dan danau Bratan di Bali. Ciri yang pertama adalah tingginya fluktuasi muka air antara musim penghujan dan musim kemarau yang dapat mencapai 6 m. Karena ketersambungan danau-danau oxbow ini dengan sungai-sungai besar, maka tinggi rendahnya muka air ini pada umumnya sangat dipengaruhi oleh fluktuasi debit air sungai. Warna air yang hitam kecoklatan juga merupakan salah satu karakteristik utama sebagian besar danau-danau di Kalimantan Tengah. Hal ini disebabkan oleh rembesan air dari lahan gambut yang luasnya mencapai hampir 5 juta hektar di daerah ini. Danau air hitam ini biasanya memiliki kecerahan air yang sangat rendah hingga mencapai hanya sekitar 30 cm saja. Tipisnya lapisan zona euphotik ini menyebabkan rendahnya produktivitas primer sebagian besar danau di daerah ini.
Ukuran yang kecil-kecil dengan jumlahnya yang sangat banyak juga merupakan keunikan tersendiri danau-danau di Kalimantan Tengah. Jika dibandingkan dengan Danau Toba di Sumatera, misalnya, mungkin total volume air danau di Kalimantan Tengah tidak terlalu berbeda atau mungkin bahkan lebih sedikit. Tetapi ada satu faktor yang membuat produktivitas ikan di danau-danau Kalimantan Tengah lebih tinggi, yaitu perbedaan panjang garis pantai (shoreline). Meskipun kecil, tetapi karena jumlahnya yang sangat banyak, maka total garis pantai danau-danau di Kalimantan Tengah menjadi sangat panjang. Menurut Wetzel (2001), semakin panjang garis pantai, maka semakin luas pula daerah litoral sehingga energi yang disuplai ke danau dari ekosistem terestrial juga menjadi semakin besar. Karena itu danau-danau di daerah kita jauh lebih produktif dibanding danau-danau besar dan dalam yang terdapat di pulau-pulau lain di Indonesia.
Distribusi danau juga merupakan salah satu faktor ekologi yang sangat penting bagi perairan umum di Kalimantan Tengah. Danau dengan ukuran kecil-kecil dan menyebar di tengah hamparan hutan yang luas bisa diibaratkan sebagai pulau-pulau kecil yang berdiri sendiri di tengah Samudera luas. Kondisi seperti ini dalam ilmu ekologi biasa disebut sebagai “Fragmentasi habitat”. Habitat yang terfragmentasi biasanya memerlukan ketersambungan agar organisme termasuk ikan-ikan dapat bermigrasi dari satu danau ke danau yang lainnya. Dalam hal ini, keberadaan sungai sangatlah penting sebagai media penghubung antara danau-danau oxbow di Kalimantan Tengah. Jika fungsi sungai ini terganggu, maka akan terganggu pula pola hidup ikan-ikan yang ada di perairan kita.
Danau-danau di perairan umum Kabupaten Kotawaringin Barat adalah : Danau Kenambui, Danau Rangda, Danau Batang Pagar, Danau Kadipi, Danau Jamuran, Danau Seluluk, Danau Terusan, Danau Masyuraian, Danau Gatel kiri, Danau Gatel kanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar